Senin, 09 Juni 2008

SUNTIKAN FOTOSENSITIZER


Berbagai macam fotosensitizer beredar di pasaran,umumnya merupakan zat warna yang tidak toksik yang sudah dipergunakan bertahun-tahun dibidang kedokteran/pengobatan.Diantara zat warna ini adalah methylen blue,toluidine blue,chlorophyl dan sebagainya.
Saya sendiri mempunyai pengalaman dengan sejumlah zat warna ini yang memiliki manfaat klinis diagnostik dan terapeutik,bila dikombinasi dengan laser panjang gelombang tertentu.
Dengan uraian kalimat sederhana ini kita memasuki wilayah disiplin baru yaitu fotodiagnostik dan fototerapi.
Yang pertama disebut sebagai Photodinamic Diagnosis(PDD)yang kedua seringkali diberi label Photodinamic Therapy atau disingkat PDT.
Fotosensitizer generasi pertama diantaranya adalah HPD(Hematoporphyrin Derivative) yang akan diaktifkan oleh laser dengan panjang gelombang 632,8 nm untuk mematikan sel kanker secara selektif dan tidak merusak sel normal.
Pemberian HPD akan diikuti dengan penyinaran laser setelah waktu interval 2X24 jam pada saat mana retensi fotosensitizer pada sel kanker mencapai jumlah optimal untuk diaktifkan ,tanpa merusak sel normal.
Perawat Luciana dalam foto ini adalah
perawat yang berpengalaman memberikan bolus fotosensitizer HPD pada prosedur PDT di RS Gading Pluit.
Semoga cerita mengenai PDT akan berlanjut pada postingan yang akan datang.

Tidak ada komentar: