Sabtu, 23 Agustus 2008

BEKERJA DALAM DIAM,DIAM DALAM BEKERJA


(Postingan kali ini ingin saya dedikasikan pada almarhum Prof.Dr.Soetomo Tjokronegoro,pada saatnya adalah gurubesar (Patologi Anatomi)yang sangat berpengaruh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.)
Sebagai mahasiswa kedokteran tahun-tahun pertama saya menyukai fotografi dan tulisan ilmiah populer dan tulisan yang beraroma human interest.
Debut saya mulai dengan menulis tentang Pak Kitjan,pegawai bagian Anatomi yang banyak bergaul dengan mayat di bagian tersebut.
Artikel yang mempunyai nilai human interest cocok untuk ditampilkan di majalah seperti Intisari.
Selanjutnya dongeng serupa pak Kitjan berganti dengan tulisan tentang almarhum Prof.Sutomo Tjokronegoro di majalah Intisari.
"Projek" tulisan ini kami (saya dengan Santoso Cornain,sekarang guru besar imunopatologi))garap bersama-sama,sehingga kami harus mondar mandir menemui beliau di kamar kerjanya.
Untuk menyelesaikan projek ini kami bekerja seadanya dengan fasilitas yang minim,antara lain yaitu sebuah mesin tik tua dan ruang kerja di salah satu kamar di Asrama Mahasiswa Pegangsaan Timur no.17.
Selain keahlian dibidang Patologi Anatomi,minat beliau dalam membina bahasa Indonesia sangat menonjol.
Bagian Patologi Anatomi mempunyai peran yang besar dalam penelitian tentang kanker.Riset tentang kanker merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bagian ini yang mempelajari aspek penyebab(etiologi),proses terjadinya kanker(patogenesis) dan penyebarannya,faktor kekebalan yang diamati pada binatang percobaan(animal lab),uji coba pengobatan dengan pelbagai modalitas,termasuk obat herbal-tradisional dan sebagainya.
Para ahli patologi anatomi merupakan bagian kecil dari puluhan ribu tenaga dokter di Indonesia yang mengkhususkan diri pada pengamatan jaringan patologik dibawah mikroskop.Kesannya adalah mereka bekerja dalam diam dan diam dalam bekerja.
Ilustrasi pada postingan ini menunjukkan gambar endoskopi tumor nasofaring.Seorang ahli patologi anatomi menuliskan gambaran mikroskopik dari biopsi pada tumor sebagai berikut:
Sediaan terdiri atas keping-keping jaringan nasofarings yang merupakan jaringan ikat dengan kelompok -kelompok sel-sel tumor epitelial,yang sebagian berinti lonjong,hiperkromatik,sebagian berinti bulat,anak inti jelas.Mitosis dapat ditemukan.Tampak juga sel-sel limfosit dan jaringan kelenjar seromusinosa.
Kesimpulan:
Karsinoma nasofarings,tidak berdiferensiasi (WHO),tipe A(WF).
Diagnosis pasti telah ditegakkan oleh ahli patologi,selanjutnya merupakan tugas para klinisi untuk melanjutkan penanganan pasien.

Tidak ada komentar: