Mengucapkan :
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
L.S.Handikin &keluarga
Selasa, 30 September 2008
Rabu, 24 September 2008
LIMFOMA MALIGNUM&CINCIN WALDEYER

Gambar endoskopi kali ini menunjukkan kasus limfoma malignum yang melibatkan cincin Waldeyer.Letak tumor pada pangkal lidah tidak mengakibatkan gangguan menelan,namun tumor justru terdeteksi pada saluran makan dalam perut(intra-abominal)sehingga bagian usus harus dipotong 20 cm.
Pada saat ini sebuah rumah sakit di Jakarta sedang menunggu ijin pengoperasian PET-CT scan yang akan melokalisasi keberadaan tumor dengan akurat.Cara ini dipergunakan juga untuk menilai pengobatan tumor ganas limfoma malignum.
Label:
endoskopi,
LIMFOMA MALIGNUM,
PET CT SCAN
Sabtu, 23 Agustus 2008
BEKERJA DALAM DIAM,DIAM DALAM BEKERJA

(Postingan kali ini ingin saya dedikasikan pada almarhum Prof.Dr.Soetomo Tjokronegoro,pada saatnya adalah gurubesar (Patologi Anatomi)yang sangat berpengaruh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.)
Sebagai mahasiswa kedokteran tahun-tahun pertama saya menyukai fotografi dan tulisan ilmiah populer dan tulisan yang beraroma human interest.
Debut saya mulai dengan menulis tentang Pak Kitjan,pegawai bagian Anatomi yang banyak bergaul dengan mayat di bagian tersebut.
Artikel yang mempunyai nilai human interest cocok untuk ditampilkan di majalah seperti Intisari.
Selanjutnya dongeng serupa pak Kitjan berganti dengan tulisan tentang almarhum Prof.Sutomo Tjokronegoro di majalah Intisari.
"Projek" tulisan ini kami (saya dengan Santoso Cornain,sekarang guru besar imunopatologi))garap bersama-sama,sehingga kami harus mondar mandir menemui beliau di kamar kerjanya.
Untuk menyelesaikan projek ini kami bekerja seadanya dengan fasilitas yang minim,antara lain yaitu sebuah mesin tik tua dan ruang kerja di salah satu kamar di Asrama Mahasiswa Pegangsaan Timur no.17.
Selain keahlian dibidang Patologi Anatomi,minat beliau dalam membina bahasa Indonesia sangat menonjol.
Bagian Patologi Anatomi mempunyai peran yang besar dalam penelitian tentang kanker.Riset tentang kanker merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bagian ini yang mempelajari aspek penyebab(etiologi),proses terjadinya kanker(patogenesis) dan penyebarannya,faktor kekebalan yang diamati pada binatang percobaan(animal lab),uji coba pengobatan dengan pelbagai modalitas,termasuk obat herbal-tradisional dan sebagainya.
Para ahli patologi anatomi merupakan bagian kecil dari puluhan ribu tenaga dokter di Indonesia yang mengkhususkan diri pada pengamatan jaringan patologik dibawah mikroskop.Kesannya adalah mereka bekerja dalam diam dan diam dalam bekerja.
Ilustrasi pada postingan ini menunjukkan gambar endoskopi tumor nasofaring.Seorang ahli patologi anatomi menuliskan gambaran mikroskopik dari biopsi pada tumor sebagai berikut:
Sediaan terdiri atas keping-keping jaringan nasofarings yang merupakan jaringan ikat dengan kelompok -kelompok sel-sel tumor epitelial,yang sebagian berinti lonjong,hiperkromatik,sebagian berinti bulat,anak inti jelas.Mitosis dapat ditemukan.Tampak juga sel-sel limfosit dan jaringan kelenjar seromusinosa.
Kesimpulan:
Karsinoma nasofarings,tidak berdiferensiasi (WHO),tipe A(WF).
Diagnosis pasti telah ditegakkan oleh ahli patologi,selanjutnya merupakan tugas para klinisi untuk melanjutkan penanganan pasien.
Kamis, 21 Agustus 2008
GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE

Bila tenggorokan anda merasa tidak nyaman,rasa kering atau mengganjal,sakit menelan ,jangan buru-buru menelan obat yang tidak jelas sasarannya.Kalau selain keluhan tenggorok anda juga mengeluh gangguan pencernaan makanan atau lambung,jangan -jangan anda mengidap penyakit refluks atau membaliknya cairan lambung pada saluran nafas dan cerna bagian atas.(gastroesophageal reflux disease=GERD).
Penderita radang lambung (gastritis)menahun atau tukak lambung atau bahkan kanker lambung disarankan memeriksakan apakah lambung mengidap infeksi kuman Helicobacter pylori.
Warren dan Marshall adalah penemu kaitan kuman ini dengan tukak lambung.
Cara yang lazim adalah memeriksa jaringan hasil biopsi melalui endoskop untuk memastikan keberadaan kuman tersebut.
Cara yang sederhana adalah melakukan test nafas untuk urea(UBT=Urea Breath Test) yang aman,nyaman dan cukup akurat,tanpa melakukan pemeriksaan endoskopi.Tentu saja kepastian akibat infeksi kuman tahan asam lambung ini selayaknya ditegakkan melalui endoskopi saluran cerna bagian atas(esofagus,lambung,duodenum).
Kasus yang dilaporkan pada postingan kali ini adalah penderita gastroesophageal reflux disease dengan Urea Breath Test positif.
Setelah dilakukan endoskopi saluran cerna bagian atas didapatkan luka(ulkus) pada lambung(lihat gambar).Keberadaan kuman H.pylori dipastikan melalui biopsi.
Pengobatan dengan laser tenaga rendah membantu eradikasi kuman dalam lambung.
Rabu, 09 Juli 2008
ENDOSKOPI PADA OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA

Gambar 1:
Hipertrofi konka menyebabkan penyempitan rongga hidung
Hipertrofi konka menyebabkan penyempitan rongga hidung

Gambar 3:
Evolusi saturasi oksigen,desaturasi maksimal 33%,Sp02 terendah 61%
Evolusi saturasi oksigen,desaturasi maksimal 33%,Sp02 terendah 61%
Benang merah:(HEAD LINE)
Endoskopi saluran nafas bagian atas merupakan bagian yang vital pada evaluasi penderita ngorok.
Kasus terakhir yang saya tangani dan saya postingkan kali ini adalah seorang pria berumur 56 tahun dengan
Indeks Massa Tubuh 32
dengan gejala mendengkur yang sedikit lebih berisik dibanding bernapas.
Pasien
mendengkur hampir setiap hari
dengan
suara dengkuran yang mengganggu
orang lain namun menyatakan
tidak ada yang melihat dirinya berhenti bernafas saat tidur.
Penderita
tidak pernah atau nyaris tidak pernah merasa lelah saat bangun tidur pagi hari,namun
merasa lelah 3-4 kali per minggu pada saat siang hari.
Penderita menyatakan
pernah merasa sangat mengantuk atau tertidur saat menyetir mobil,
bisa sampai 3-4 kali dalam sehari.
Penderita menyatakan tidak mengidap tekanan darah tinggi.
(Namun pada saat perawatan pernah ditemukan hipertensi sistolik).
Resume sleep study menunjukkan adanya
OSA(Obstructive Sleep Apnea) derajat berat
karena didapatkan penyempitan dan terhenti nafas sebanyak rata-rata 51,6 kali per jam.
Endoskopi saluran nafas bagian atas menunjukkan
hipertrofi konka inferior dan konka media bilateral , septum deviasi ringan dan elongatio uvula.
Diputuskan melakukan FESS(Functional Endoscopic Sinus Surgery),konkotomi bilateral dan uvuloplastik.
Sabtu, 21 Juni 2008
TUMOR NASOFARING: PERLU ENDOSKOPI DAN BIOPSI

Tumor adalah istilah umum untuk pembengkakan yang tidak normal.
Pembengkakan yang terjadi bisa karena peradangan akibat infeksi mikro-organisme(virus,kuman,jamur,parasit dan sebagainya).
Pembengkakan bisa juga karena berkelompoknya sel-sel yang membentuk jaringan yang tidak normal.
Sel-sel yang berkelompok dan membentuk jaringan yang tidak normal bisa bersifat jinak atau ganas.
Kepastian jinak atau ganas ditentukan oleh pemeriksaan histopatologi dibawah mikroskop.
Prosedur mengambil contoh jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop disebut biopsi. Bila dibawah mikroskop ditemukan sel atau kelompok sel ganas maka hasil biopsi menunjukkan adanya tumor ganas(kanker).
Kelompok sel ganas disebut kanker.
Pertumbuhan sel ganas biasanya cepat dan tidak terkendali,mengakibatkan penyebaran sel tumor ganas atau anak sebar(metastasis).
Tumor nasofaring seringkali tidak segera diketahui karena pasien tidak menunjukkan gejala-gejala yang mendorong untuk memeriksakan diri ke dokter.
Sebagian besar kasus tumor ganas nasofaring ditemukan pada stadium lanjut.
Dibawah ini ada tips untuk usaha menemukan tumor ganas nasofaring
1.Gejala-gejala awal bisa berupa hidung tersumbat yang menetap(bukan karena pilek atau alergi hidung),atau gejala gejala telinga.
2.Gejala hidung keluar ingus yang mengandung bercak darah,mimisan(perdarahan hidung) berulang kali .
3.Gejala nyeri telinga,atau telinga berdenging,gangguan pendengaran (jenis konduksi),atau nyeri kepala
4.Penglihatan mata ganda
5.Terdapat benjolan pada leher kiri dan/atau
kanan dengan atau tanpa nyeri
6.Segera konsultasi pada dokter ahli THT setempat (sebelum dilakukan tindakan pada tumor leher tersebut) untuk menjalani pemeriksaan khusus THT termasuk tindakan endoskopi nasofaring
7.Endoskopi nasofaring perlu dilakukan untuk mengetahui adanya tumor dan selanjutnya dilakukan biopsi tumor untuk memastikan diagnosis dan menentukan jenis histopatologi.
8.Stadium penyakit ditentukan dengan sejumlah pemeriksaan klinis,laboratoris dan pemeriksaan penunjang lain seperti foto thorax,bone survey,CT scan,bone scanning,USG(Ultra sonography) dan sebagainya.
9.Pengobatan tergantung stadium penyakit meliputi:Radiotherapy,Chemotherapy,Pembedahan,Imunotherapy,Trans Arterial Embolization(TACE),Photodynamic Therapy(PDT),Cryotherapy dan sebagainya.
Label:
deteksi,
diagnosis,
kanker nasofaring,
pengobatan
Minggu, 15 Juni 2008
KENAPA BENGKAK DI LEHER?

Bila ada pembengkakan leher sisi kanan dan atau kiri,kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening leher akibat infeksi (virus,kuman(misal tuberkulosis),toksoplasmosis dan sebagainya).
Namun kalau pembengkakan leher tersebut disertai (antara lain )dengan gejala nyeri telinga atau telinga berdenging,kurang pendengaran,hidung tersumbat atau mimisan(perdarahan dari hidung),penglihatan ganda,segeralah berkonsultasi pada dokter ahli THT.
Kenapa dokter THT?
Karena kemungkinan ada masalah pada rongga nasofaring,berupa tumor yang harus dipastikan ganas atau tidak dengan pemeriksaan endoskopi,kalau perlu dengan biopsi.
Langganan:
Postingan (Atom)

